Jumat, 15 Juni 2012

PUISI PUASA RAMADHAM

AKU CINTA RAMADHAN

Puasa
Hendy CH Bangun

Bukan hanya gemetar dan rasa lapar
Terus membelit impian-impian liar
Mengingatkan pada amsal ular
Yang membuat
Adam dari surga terlempar


Bahkan saat kau dirikan
Tiang-tiang utama bangunan iman
Masih bertebaran
lumpur dan bau asam
Di setiap gerakan badan
Kumatikan pun semua indera
Tetap saja dia menyusup
Lewat aorta dan vena
Ke jantung yang berdegup


Betapa lemah
Betapa rendah
Bahkan tanpa digoda
Kau sudah mau menyerah


Saat Berbuka Puasa
Di tengah desah syukur
Dan sayup adzan melantun
Setan-setan berebut
Menyorongkan tangan ke mulut
Sampai kau tak sanggup


Empat belas jam bertarung
Kau nyaris kalah
di detik-detik terakhir
Diaduk silau hidangan
di atas meja
Yang diputarkan
iklan televisi setiap kali
Ada yang bilang itu biasa
Seperti menyerobot
antrian dan lampu merah
Atau mengantongi uang
tanda terima kasih
Lalu buat apakah
Kau menahan nafsu dan dahaga
Sambil berzikir?


Ingin kaupejamkan mata
Mengunjungi lagi
danau penuh teratai
Atau temaram senja
menenggelamkan
matahari di pantai
Terus terang
tak mudah menahan goda


Sehabis Berbuka Puasa
Jam berapa?
Lalu kau merasa
Cukuplah berdoa sendiri saja
Sambil mengeluhkan perut kenyang
Dan bising suara
anak-anak di mesjid
Saat shalat tarawih


Betapa berat menggulir
bola-bola tasbih
Ketika terdengar dialog
dan suara televisi
Menusuk kuping
Lalu kau bayangkan
gadis-gadis cantik
Dan komedi lucu
yang kau tonton rutin


Padahal padamu dijanjikan
Berlimpah bonus dan pahala
Yang belum tentu
kau temui ramadhan depan
Yang kau hitung
dengan kalkulator apapun
Hasilnya hanyalah
untung dan untung
Rahmat apalagi
Yang kau ingkari?

Masih tersisa sedikit malam
Untuk jam karet dan kantukmu
Segerakanlah

Palmerah Barat, 25 Agustus 2009

Ramadhan yang Istimewa
Sebulan dalam setahun
Ku nanti kedatanganmu
Wahai Ramadhan
Bulan penuh berkah
Tidur pun berpahala
Sungguh mulia bulan ini
Sungguh suci bulan ini
Takkan ku sia-siakan bulan ini
Tuk cari ridho-Mu
Tuk cari hikmah
Agar imanku bertambah
Ramadhan s’lalu ku nanti
Hingga tutup usiaku nanti

Berlomba Ibadah
Tiba saat bulan penuh kebaikan
Bulan yang buat orang berlomba
Tuk dapatkan pahala
Sambil ibadah puasa
Hingga tak ingat maksiat

Malam Indah Ramadhan
Satu malam indah Ramadhan
Malam itu turun Al – Qur’an
Kitab penuh tuntunan
Hingga akhir zaman
Tujuh belas Ramadhan
Inilah Nuzulul Qur’an
Hari turun kitab pedoman
Kitab tuk semua insan
Insan yang beriman

Mengapa Hanya Ramadhan?
Banyak orang taubat
Tinggalkan maksiat, jalankan solat
Berpikir agar selamat
Nanti di akhirat
Tapi mengapa hanya Ramadhan
Mereka hindari rayuan setan
Setelahnya lupa tujuan
Walau hidup ini permainan


Ya Allah

Malam ini, kan ku rangkai jerit suara hati
Kan ku ukir disetiap jiwaku ini
Wahai malam yang sunyi, dapatkah kau memberi arti
Pekatnya malam gulita yang kau beri

Wahai sunyi aku rapuh, aku hampa tak berarti
Bila tak ada kasih pelita yang menghampiri
Hatiku resah hatiku galau tak bertepi
Andai tak ada kasih yang abadi
 
Ya Allah yang abadi
Berilah kami petunjuk walau jalan itu berduri
Berilah kami kekuatan hati lapang hidup ini
Agar setiap galau yang menghampiri

Dapat kami suruh untuk pergi dan tak kembali
Ya Allah yang maha suci
Sucikanlah kami dan hati kami ini
Agar aku tak sesat, tak tenggelam di samudra sunyi

Abadilah kami, abadilah cinta nurani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan lupa tinggalkan komentar anda disini gunakan kata-kata yang bijak dalam berkomentar. Dilarang keras memasukkan segala bentuk link dalam komentar, karena itu dianggap SPAM